Thursday, 4 September 2014

Modernisasi Jamu



Oleh : Osgar Karsena

Jamu merupakan obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami yang tersedia dalam berbagai bentuk (minuman, kapsul, pil, dll.). Yang dimaksud alami tidak hanya bagian-bagian tumbuhan seperti daun, akar, dan batang namun juga bagian tubuh hewan seperti empedu kambing dan telur ayam. Jamu dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu pusat penjualan jamu tradisional adalah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sangat disayangkan seiring perkembangan jaman, popularitas jamu pun menurun. Banyak orang lebih memilih obat-obatan modern daripada jamu tanpa memperhatikan apakah obat-obatan tersebut benar-benar alami atau tidak. Hal ini tentunya menimbulkan keprihatinan tersendiri. Mengajak masyarakat untuk kembali menggemari jamu merupakan sesuatu yang sulit. Salah satu faktornya adalah pandangan masyarakat (walau tidak semua) yang menganggap jamu itu sesuatu yang kuno atau ketinggalan jaman.

Namun orang tidak kehabisan akal. Untuk mengubah pandangan tersebut beberapa pabrikan seperti Air Mancur, Nyonya Meneer, dan Djamu Djago membuat jamu dalam kemasan sachet sehingga lebih terkesan modern. Jamu-jamu seperti ini biasanya harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu. Selain itu ada juga tempat makan yang memasukkan jamu sebagai daftar minuman yang mereka sediakan seperti Café Jamu Bukti Mentjos di Jakarta dan Rumah Makan Voor de Tidar di Magelang.

Dengan adanya terobosan seperti yang penulis paparkan, semoga pandangan masyarakat mengenai jamu bisa berubah. Sebab jika minuman tradisional seperti teh dan susu saja bisa naik pamornya setelah dipromosikan secara modern kenapa jamu tidak?

Daftar Pustaka:

No comments:

Post a Comment

Terimakasih untuk tanggapan/saran/opini.